STOP SEXUAL HARASSMENT

Saat ini perkembangan zaman dan teknologi berkembang dengan pesat. Hal ini memudahkan pelaku sexual harassment untuk melakukan aksinya baik secara langsung maupun melalui media online, Sebagian orang menganggap masalah pelecehan dan kekerasan seksual ini menjadi hal yang biasa dan hanya masalah individu yang dapat diselesaikan sendiri oleh korban. Tapi apakah kamu, kita, atau orang disekitar kita bisa menyelsaikannya secara mandiri? Tentu tidak semuanya bisa. Oleh karena itu, simak penjelasan berikut agar kamu lebih paham mengenai sexual harassment.

SEXUAL HARASSMENT

Dapat Terjadi Dimanapun

Ranah kekerasan seksual menurut Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan)

1. Kekerasan Seksual Kategori Publik atau Ranah Komunitas Ranah publik/ komunitas jika pelaku dan korban tidak memiliki hubungan kekerabatan, darah ataupun perkawinan. Bisa jadi pelakunya adalah majikan, tetangga, guru, teman sekerja, tokoh masyarakat, ataupun orang yang tidak dikenal. Berdasarkan data Catatan Tahunan Komnas Perempuan tahun 2021, terdapat 962 kasus kekerasan seksual ranah komunitas.

2. Kekerasan Seksual Kategori Privat atau Ranah Personal. Ranah personal artinya pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (ayah, kakak, adik, paman, kakek), kekerabatan, perkawinan (suami) maupun relasi intim (pacaran) dengan korban. Terdapat 1983 kasus kekerasan seksual ranah personal menurut data Catatan Tahunan Komnas Perempuan tahun 2021.

Dapat Terjadi Secara Online

Kekerasan seksual berbasis siber atau biasa disebut sebagai Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mengacu pada tindakan kekerasan yang dilakukan sebagian atau sepenuhnya melalui teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Tindakan ini termasuk, antara lain, penguntitan siber (cyberstalking): intimidasi; pelecehan siber: pelecehan di berbagai platform; serangan melalui komentar; mengakses, mengunggah, dan menyebar foto, video, atau klip audio berkonten porno, doxing (mencari dan mempublikasikan data pribadi seseorang); dan pemerasan seksual. Berdasarkan Catatan Tahunan Komnas Perempuan pada Maret 2021, terdapat kenaikan angka kasus KBGO dari 241 kasus pada tahun 2019 menjadi 942 kasus pada tahun 2020.

Siapapun Dapat Menjadi Korban

Kekerasan Seksual hanya terjadi pada perempuan? Laki-laki bisa gak sih? Hasil survei Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA) yang melibatkan 62.224 responden, 1 dari 1o laki-laki pernah mengalami pelecehan di ruang publik. Sedangkan. data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperlihatkan bahwa korban kekerasan seksual di tahun 2018 lebih banyak dialami oleh anak laki-laki, di mana ada 60% anak laki-laki dan 40% anak perempuan menjadi korban kekerasan seksual.

Simpulan

Kekerasan Seksual dapat terjadi dimana saja, dalam ranah publik maupun privat. Tak hanya terjadi saat bertemu langsung namun juga dapat terjadi secara online melalui media-media teknologi. Korban kekerasan seksual dapat terjadi pada siapapun pria, wanita, bahkan anak-anak. Oleh karena itu, kita semua perlu mengetahui jenis-jenis kekerasan seksual yang mungkin dapat terjadi di sekitar kita.

Yuk, cerdaskan diri serta pahami ranahnya dan ketahui call center pelayanan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkunganmu!

Call Center

Konselor Sebaya (instagram.com/konselorsebaya_ipb)

Hope Helps IPB (instagram.com/hopehelps_ipb)/(0814-1427-2092)/(advokasi.hopehelps.ipb@gmail.com)

Help Center IPB (helpcenter.ipb.ac.id)

BEM FEMA IPB

Portal Website BEM FEMA IPB Narahubung : (Lutfi Arifudin) linktr.ee : linktr.ee/bemfema Twitter @bemfemaipb | IG @bemfema OA Line BEM FEMA @nhw4871i LinkedIn : BEM FEMA IPB

Tinggalkan Balasan