Siklus 20 Tahun-an Bangsa Indonesia

0

Jika Bung Karn0, sang Founding Fathers mengatakan “Beri aku 10 pemuda, maka akan kutaklukan dunia” , saya pun jadi teringat perkataan salah satu dosen yang mengatakan bahwa indonesia mengalami perubahan revolusioner dengan siklus 20 tahunan. walaupun itu hanya pola perubahan, dan sifat manusia yang tidak bisa meramalkan masa depan, namun melihat kondisi secara sosiologis dewasa ini, keresahan dan kekhawatiran itu tetap muncul. keresahan itu muncul karena kita tak akan bisa lepas dari sejarah, sepertia yang ia katakan, ”Jangan sekalipun melupakan sejarah” yang sering kita singkat ‘jas merah’, padahal bukan ‘jas merah’ tapi ‘jali merah’.

Mari kita mundur seabad yang lalu.

1908 : kebangkitan Indonesia melawan penjajah dimulai oleh sang maestro yaitu Bung Budi Oetomo melalui organisasinya dengan nama yang sama. saat itulah para PEMUDA bergerak!

1928 : PEMUDA lagi!! di tahun ini lah terjadi ikrar yang mengkristalkan semangat pemuda bangsa dalam pergerakan. terjadinya kongres pemuda saat itu lah yang menjadikan 28 Oktober sebagai HARI SUMPAH PEMUDA.

1945 : Indonesia merdeka karena desakan GOLONGAN MUDA kepada Soekarno untuk memproklamirkan kemerdekaan disaat vacuum of power.

1965 : inilah puncak dimana terjadi pengguliingan orde lama sekaligus turunnya sang proklamator bangsa. disebut pula, G30 SPKI pemicunya, hingga sampai saat ini, bendera setengah tianglah yang terpasang untuk memperingati pembantaian besar-besaran di tanggal 30 september saat itu. Andil PEMUDA saat itu juga beperan dalam tumbangnya orde lama dan masa soekarno memimpin Indonesia.

1998 : siklus 20 tahunan tampaknya berhenti disitu. karena dari 1965-1998 menginjak 30 tahunan. namun tak ada salahnya kita bahas. tahun ini juga tahun bersejarah bagi bangsa. pasalnya saat itulah rezim otoriter Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun akhirnya tergulingkan. REFORMASI. Begitulah sebutan oleh mahasiswa aktivis yang memperjuangkannya dengan harta dan nyawa. aktivis yang tidak dikenal nyata orangnya, tapi sangat jelas kontribusinya untuk negeri tercinta ini. kuucapkan terimakasih untuk para aktivis 1998. Sekali lagi, PEMUDA juga berperan dalam menentukan nasib bangsa ini.

saat ini tahun 2015. jika dihitung mundur sampai 1998, 17 tahun telah terlampaui. dengan melihat pola diatas, entah hal baik ataukah hal buruk yang terjadi, tak ada yang tahu, manusia hanya bisa memprediksikannya saja. terjadi atau tidak, itu tergantung kita sebagai pelaku sejarah atau sebagai objek pengamat sejarah. that’s a choice!

ah, jadi malu jika harus mengutip kalimat dari Soe Hok Gie ” lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan”

wallahualam bishhowab.

 

Ulvia Muspita Angraini

Departemen Kajian Strategis-BEM FEMA

FEMA 49

Share.

About Author

Website resmi BEM Fakultas Ekologi Manusia IPB | SMS Center 0896-6006-4072 / Ali Mahmudin 0896-3641-7567 |Twitter/IG: @bemfema | Path: BEM FEMA IPB

Leave A Reply