POJOK KASTRAD: TINGKAT PARTISIPASI ANAK DALAM PEMBUATAN KEBIJAKAN TERKAIT KRISIS IKLIM

Halo, KM FEMA!

Pencantuman hak anak dalam pembukaan dari Perjanjian Paris dicanangkan dapat mengatasi pelanggaran yang terjadi terhadap hak-hak anak khususnya yang berkaitan dengan dampak dari perubahan iklim yang terjadi.Sangat disayangkan, hal tersebut masih sangat jauh dari apa yang diharapkan, penyebabnya adalah partisipasi anak terhadap pembuatan kebijakan sangat rendah, anak-anak sangat dibatasi dalam berdiskusi dan bernegosisasi dalam pembuatan kebijakan.

Terlepas dari bukti parah konsekuensi perubahan iklim terhadap anak-anak, kerangka kerja internasional dan nasional tentang perubahan iklim sebagian besar mengabaikan hak anak untuk didengar dan untuk kepentingan terbaik mereka. Anak-anak secara mencolok absen dari kebijakan utama proses di bawah UNFCCC, termasuk inti alur kerja, keputusan, dan kemungkinan untuk berpartisipasi dalam negosiasi tahunan, sangat dibatasi untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun. Kenyataannya anak-anak diabaikan partisipasinya dalam membuat kebijakan dan nyaris tidak terwakili. Meskipun secara teknis anak-anak merupakan bagian dari kelompok ini, isu-isu tertentu yang dihadapi banyak mengalami tumpang tindih, padahal anak-anak secara spesifik memiliki kekhawatiran dan kebutuhan yang perlu didengar oleh para pemangku kebijakan.

Pencantuman hak anak dalam pembukaan Perjanjian Paris merupakan satu langkah kemajuan, tetapi janji ini belum dioperasionalkan, dan kemajuan menuju pendekatan-hak berbasis climate action secara lebih luas tampaknya goyah. Target SDGs ke 13 tentang Climate Action termasuk anak-anak sebagai kelompok yang harus diperhatikan, tetapi ini tidak cukup untuk memastikan bahwa hak anak-anak, kebutuhan, dan kerentanan mereka terhadap dampak perubahan iklim telah ditangani dan tidak ada anak yang tertinggal.Di tingkat internasional dan nasional, kunci tantangannya adalah pengambilan keputusan tentang perubahan iklim cenderung dipimpin oleh Kementerian dengan keterbatasan pengetahuan tentang hak-hak anak. Kurangnya data yang berhubungan dengan usia dan gender serta dampak perubahan iklim lebih lanjut dapat menghalangi perhatian yang diterima anak serta keefektivitasan dalam kebijakan yang akan dibuat.

Gairah dan aktivisme global gerakan anak-anak untuk iklim masa depan telah membantu untuk menantang status quo ini, melambungkan keprihatinan anak-anak kedalam politik arena.selanjutnya pemerintah dan pejabat yang berwenang dalam pembuatan kebijakan diharapkan lebih mendengarkan serta mengikutsertakan anak-anak dan tidak membatasi mereka dalam membuat serta menentukan kebijakan yang bersangkutan.

BEM FEMA IPB

Portal Website BEM FEMA IPB Narahubung : (Lutfi Arifudin) linktr.ee : linktr.ee/bemfema Twitter @bemfemaipb | IG @bemfema OA Line BEM FEMA @nhw4871i LinkedIn : BEM FEMA IPB

Tinggalkan Balasan