PELAJARAN HIDUP FILM NGERI – NGERI SEDAP

Halo, KM FEMA!

Siapa dari kalian yang belum nonton film layar lebar yang satu ini? Atau kalian sudah merencanakannya tapi masih menunggu ujian selesai?

Eits .. Tenang aja, film ini masih memiliki durasi tayang yang cukup lama lho! Film yang disutradarai Beno ini bertemakan drama keluarga yang mengisahkan kerinduan orangtua kepada anak – anaknya yang pergi merantau. Film ini juga cocok untuk kita selaku mahasiswa yang hidup jauh dari orangtua dan memiliki banyak pelajaran hidup yang dapat diambil, sebagai berikut.

1. Orang tua bukan berpikiran sempit, seringkali orang tua tidak mengerti apa yang kita inginkan itu bukan karena mereka berpikiran sempit, melainkan mereka ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya dengan caranya sendiri, meskipun cara tersebut terbilang kuno.

2. Orang tua hidup di zaman yang berbeda, pada usia kita saat ini, kita mungkin akan dibuat kesal dengan orang tua yang punya pemikiran kolot terlebih lagi kita merupakan generasi teknologi. Hal ini terjadi mungkin mereka gagap akan teknologi karena tidak mengalami masa sebagai anak muda zaman sekarang yang sudah disuguhi oleh teknologi. Namun, pada dasarnya mereka hanya menginginkan yang terbaik untuk anaknya.

3. Ada masanya orang tua kembali menjadi anak kecil, banyak sekali kasus dimana orang tua sangat haus perhatian, banyak drama, hingga memiliki keinginan yang tidak logis dan merepotkan seperti anak kecil. Mau tidak mau dalam kondisi ini, kita sebagai anak harus sabar dan bisa memberikan pengertian kepada orang tua. Karena, jika dikasarin orang tua pasti akan sakit hati dan maksud kita tidak akan tersampaikan.

4. Jarak dan kerinduan membuat orang tua salah sangka, jarak dan kurangnya komunikasi tatap muka membuat orang tua kerap berpikiran yang tidak-tidak. Bahkan setelah beradu pendapat dengan sang anak lewat telepon, imajinasi buruk orang tua akan ke mana-mana. Ini terjadi lantaran orang dan anak tidak sempat betul – betul berbicara secara fisik untuk mengurai masalah dan kesalahpahaman.

5. Orang tua tidak mau ‘akar’ menjadi hilang, semakin kita tua, kita semakin melihat bahwa dunia berubah. Hal tersebut kadang menciptakan ketidakrelaan di dalam hati kita. Rasanya , kita menjadi sakit hati saat hal – hal yang dulunya berarti dianggap tidak penting dan anak muda zaman sekarang enggan melestarikannya. Itulah alasan mengapa orang tua kerap terlihat kolot. Mereka hanya tidak mau apa yang membentuk mereka tiba – tiba hilang dan tidak dihargai.

6. Selamanya, kita adalah anak kecil, inilah hal yang kerap di salah pahami oleh orang tua. Orang tua akan selalu menganggap anak mereka kecil. Setiap kali melihat sang anak tumbuh dewasa, mayoritas orang tua justru mengingat masa saat anak – anak mereka masih membutuhkan bantuan mereka untuk mengenal dunia.

Sumber: Kincir.com

BEM FEMA IPB

Portal Website BEM FEMA IPB Narahubung : (Lutfi Arifudin) linktr.ee : linktr.ee/bemfema Twitter @bemfemaipb | IG @bemfema OA Line BEM FEMA @nhw4871i LinkedIn : BEM FEMA IPB

Tinggalkan Balasan