Memberi Arti Satu Dekade Samisaena IPB

0

Memberi Arti Satu Dekade Samisaena IPB

Tahun 2017 merupakan momen penting bagi BEM Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor. Di tahun ini genap sudah 10 tahun BEM Fema berdiri. Hal yang sama juga diperingati oleh salah satu program BEM Fema yang sudah lahir saat BEM berdiri yaitu “Desa Mitra Mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia” atau yang lebih akrab dengan sebutan Samisaena.

Program ini merupakan kegiatan bidang  sosial dan pengembangan masyarakat yang sudah turun temurun diwariskan. Pertama kali lahir program ini diadopsi oleh Divisi Soslingmas (Sosial, Lingkungan, dan masyarakat), lalu divisi ini berubah menjadi Sosling (Sosial dan Lingkungan), hingga terakhir diampu oleh divisi Soskemah (Sosial dan Kesejahteraan Mahasiswa). Di satu dekade program ini berjalan, divisi Soskemah ingin memberi arti  lebih bagi keberadaan samisaena. Memberikan arti yang lebih bermakna dari sebelumnya.

Memberi arti disini sangat sesuai dengan jargon yang turun temurun diwariskan “Semangat Mengabdi, Berbagi dengan Hati, Menjadi Berarti”, dan perbedaan kata di setiap berpindah desa “Mari Bergerak, untuk Cibadak”. Dengan jumlah panitia lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya (75 orang), arti yang ingin dicapai dan diberikan menjadi lebih dekat. Lalu arti seperti apa yang coba digapai? Arti untuk menerima dan happy wheels memberikan kebahagiaan satu sama lain.

“Teman-teman, di Samisaena tahun ini, harapan saya adalah kita bisa mencari kebahagiaan yang sebanyak-banyaknya. Kenapa kebahagiaan? Karena hakikatnya kebahagiaan itu adalah saat kita bermanfaat untuk orang lain, dan merasakan kebermanfaatan itu bersemayam dalam diri kita. Saat melihat orang lain terbantu karena kita, sebelum siapapun, kita adalah orang paling pertama yang tersenyum bahagia melihat kebaikan itu. Saya berharap impian ini bisa menjadi impian kita semua”,  ujar Novan Aji dalam sambutan perdananya di Rapat General Samisaena 2017.

Jika dijabarkan lebih luas, panitia Samisaena tahun ini bukan hanya ingin membantu masyarakat desa menyelesaikan masalahnya, tapi bisa membantu masyarakat agar bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Jadi saat kita berpindah desa, keberlanjutan dari samisaena akan terus ada. Semangat pengabdian dan pembangunan harus terus hidup dalam diri masyarakat. Hal inilah yang coba diraih, sebuah pengembangan masyarakat yang sejati.

Hingga tulisan ini diterbitkan, program Samisaena sudah berjalan kurang lebih selama 2 bulan. Seluruh panitia sedang berjuang untuk menyelesaikan setiap masalah yang menghambat proses “pemberian arti” di atas. Panitia sedang diuji komitmenya di awal yang mencoba bergerak bagi kesejahteraan masyarakat. Mudah-mudahan semua panitia diberikan keniscayaan dan kekuatan untuk terus bisa berjuang di jalan pengabdian masyarakat. (Soskemah)

Share.

About Author

Website resmi BEM Fakultas Ekologi Manusia IPB | SMS Center 0896-6006-4072 / Ali Mahmudin 0896-3641-7567 |Twitter/IG: @bemfema | Path: BEM FEMA IPB

Leave A Reply