LIMA KESALAHPAHAMAN TENTANG KRISIS IKLIM

Halo, KM FEMA!

Kalian tahu ngga sih kalau Negara Indonesia menempati peringkat kelima sebagai negara penyumbang karbon dioksida terbesar yang menyebabkan krisis iklim, loh! Hm.. Tapi, sayangnya ini bukanlah sebuah prestasi yang membanggakan ya teman-teman. Yuk simak informasi berikut mengenai kesalahpahaman kita terhadap krisis iklim yang terjadi.

APA ITU KRISIS IKLIM?

kri.sis: keadaan yang berbahaya (dalam men derita sakit); parah sekali.

ik.lim: keadaan hawa di suatu daerah : –sangat memengaruhi kesuburan suatu daerah.

DEFINISI KRISIS IKLIM HERE Krisis Iklim, sesuai namanya adalah sebuah krisis yang dialami masyarakat di seluruh dunia disebabkan perubahan iklim. Krisis iklim, perubahan iklim, dan pemanasan global merupakan hal yang sama, semua disebut pemanasan global karena kita masih fokus pada fenomena alamnya. Kemudian istilah itu mulai diganti dengan perubahan iklim agar kita lebih fokus pada efeknya terhadap iklim.

Source : krisisiklim.com

5 MISS – UNDERSTANDING ABOUT CLIMATE CRISIS.

  1. DAMPAK DARI PERUBAHAN MASIH LAMA MUNCUL , “Kerap ditemukan anggapan bahwa permasalahan ini tidak cukup urgent , padahal realitasnya sudah dirasakan di depan mata.” THE FACT -Kekeringan, menyebabkan kebakaran lahan sulit dikontrol (2015 & 2019). -Frekuensi dan intensitas banjir tahunan meningkat (2017 & 2020). -Musim kemarau panjang menyebabkan puluhan ribu ha gagal panen sekaligus.
  2. IKLIM SELALU BERUBAH, BUKAN KARENA MANUSIA, Efek rumah kaca “Panas dari matahari terperangkap di permukaan bumi oleh lapisan gas-gas polutan di atmosfer.” Dari mana datangnya gas tersebut? Aktivitas ekonomi manusia yang membakar bahan bakar fosil (batu bara, minyak, dan gas), serta sektor lahan seperti deforestasi. Mayoritas ilmuwan (utamanya yang tergabung dalam Intergovernmental Panel Climate Change) sepakat bahwa 97% * krisis iklim disebabkan manusia. Source: forbes.com. * Angka yang sering disebutkan adalah 97%, tapi angkanya memang beragam tergantung cakupan ‘ ilmuwan tersebut.
  3. KENAIKAN SUHU 1-2 CELCIUS TIDAK BEGITU BERARTI, Meskipun ‘cuma’ 1 derajat, faktanya angka itu jadi batas ambang yang menentukan apakah fungsi ekosistem dan siklus musiman tetap berjalan. Contoh salah satu dampak jangka panjangnya. Penurunan muka tanah di berbagai daerah dipicu pemanasan global. Akibatnya daerah-daerah tersebut terancam tenggelam secara perlahan bahkan dalam 10 tahun lagi.
  4. PERMASALAHAN PARA ELIT KRISIS IKLIM=KRISIS KELAS, Padahal realitanya model ekonomi intensif karbon dan krisis iklim yang terus terjadi lebih berdampak pada kelompok ekonomi rentan. Intinya, dampak yang muncul tidak proporsional.
  5. PENYELESAIANNYA ADALAH TANGGUNG JAWAB NEGARA MAJU, Komitmen di bawah Paris Agreement saat ini masih jauh untuk menahan laju pemanasan global di 2 °C. Ambisi dan keseriusan harus terus didorong, baik untuk Indonesia dan negara dengan emisi terbesar lain yang menghasilkan 60-70% emisi global! Indonesia sudah berkomitmen mereduksi emisi 29% per 2030 (41 % dengan bantuan Internasional) di bawah Paris Agreement, melalui kebijakan seperti proteksi hutan, meningkatkan bauran energi terbarukan, dan restorasi.

“Tidak ada spesies cerdas yang akan menghancurkan satu-satunya rumah dan planet mereka”

BEM FEMA IPB

Portal Website BEM FEMA IPB Narahubung : (Lutfi Arifudin) linktr.ee : linktr.ee/bemfema Twitter @bemfemaipb | IG @bemfema OA Line BEM FEMA @nhw4871i LinkedIn : BEM FEMA IPB

Tinggalkan Balasan