DIBALIK ISU KENAIKAN HARGA PANGAN

Halo, KM FEMA!

Tau gak kalian tentang hak-hak anak? Telah ada pencantuman hak anak dalam pembukaan dari Perjanjian Paris yang merupakan satu langkah kemajuan. Namun, janji berkeadilan ini belum dijalankan dan kemajuan menuju hak melalui pendekatan berbasis aksi iklim secara lebih luas tampaknya goyah karena berbagai macam hal. Belakangan ini kegagalan panen yang di sebabkan oleh krisis iklim telah mengakibatkan kelangkaan dan kenaikan harga bahan pangan.Sudah saatnya kita membuka mata, krisis iklim suatu hal yang nyata. Masa depan anak bangsa kini dipertaruhkan. Mari bersama kita mengatasi perubahan iklim untuk menyelamatkan generasi di masa yang akan datang!

Sebab dan Akibat Kenaikan Harga Bahan PanganKenaikan harga cabai serta berbagai sayuran dan bahan pangan lainnya yang terjadi beberapa hari belakangan ini diakibatkan oleh perubahan cuaca ekstrem. Musim hujan yang datang lebih awal atau lebih lambat dari masa tanam yang biasa dilakukan petani ataupun musim kemarau yang lebih lama dari biasanya mengakibatkan kekeringan pada lahan sehingga gagal panen tak dapat terhindarkan.Intensitas curah hujan yang tidak dapat diprediksi akibat krisis iklim yang terjadi, berpengaruh besar terhadap berjalannya sektor pertanian. Air hujan menjadi nyawa utama pertanian yang ada di Indonesia, pasalnya banyak sekali petani yang menggantungkan pengairan ladang, sawah, serta kebun yang dimilikinya dari air hujan karena tidak membutuhkan biaya tambahan, lain halnya jika harus melakukan irigasi buatan yang memerlukan biaya mahal.

Selain itu, curah hujan yang tinggi dan tak henti – henti juga merupakan sebuah ancaman terhadap terjadinya gagal panen. Air hujan yang berlebihan dapat menggenangi sawah dan ladang hingga menyebabkan banjir. Tak hanya itu ada beberapa jenis tanaman yang tidak membutuhkan suplai air terlalu banyak akan lebih mudah busuk. Oleh sebab itu krisis iklim ekstrem yang terjadi belakangan ini sangat mengancam keberlangsungan ketahanan pangan.Kondisi ini jika dibiarkan terus menerus dapat mengancam ketahanan pangan yang ada di Indonesia, menurut (Novia R dan Zulkifli L , 2021) Kegagalan panen mengurangi ketahanan pangan rumah tangga tani padi di Kabupaten Banyumas, dimana jumlah rumah tangga tani yang tahan pangan berkurang, rentan pangan bertambah, kurang pangan bertambah dan rawan pangan bertambah.Dampak Terancamnya Ketahanan Pangan terhadap AnakTerancamnya ketahanan pangan yang ada akan berpengaruh terhadap kebutuhan pemenuhan gizi pada anak. Berbeda dengan orang dewasa, anak – anak masih belum dapat memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri sehingga masih sangat menggantungkannya pada orang dewasa. Pemenuhan gizi sejak dini merupakan satu aspek yang akan mendukung anak memiliki masa depan yang lebih baik dan membangun generasi yang lebih maju. Jika pemenuhan gizi pada anak tidak terpenuhi akibat gagal panen dan kenaikan harga bahan pangan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, bukan tidak mungkin anak akan mengalami gagal tumbuh kembang secara maksimal.

Sumber / rujukan : Novia R. Zulkifli L. 2021. DAMPAK KEGAGALAN PANEN TERHADAP KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA TANI PADI DI KABUPATEN BANYUMAS. https://ejournal.unib.ac.id/index.php/agrisep/article/download/12849/8485

BEM FEMA IPB

Portal Website BEM FEMA IPB Narahubung : (Lutfi Arifudin) linktr.ee : linktr.ee/bemfema Twitter @bemfemaipb | IG @bemfema OA Line BEM FEMA @nhw4871i LinkedIn : BEM FEMA IPB

Tinggalkan Balasan